Explore Pulau Melidang Belitong

Explore Pulau Melidang Belitong

Pulau Melidang Belitong

Explore Pulau Melidang Belitong, ini kalimat yang keluar dari kawan-kawan di Belitong saat saya berkesempatan traveling ke Negeri Laskar Pelangi. Wiw, Tiba-tiba saja (pastinya sudah lama direncanakan tanpa sepengetahuan saya dong, hihi) mereka merencanakan camping di Pulau. Lokasi Pulau Melidang ini tepatnya di Sebelah Selatan Perairan Kecamatan Gantung, Belitung Timur. Beruntung, sekali ke Belitong langsung diajak eksplor ke pulau-pulau di Belitong yang terkenal cantik, makasih ya kawan-kawan.

Kunjungan saya ke Belitong sebetulnya bertemu kawan lama (maksudnya lama nggak ketemu), yaitu Bung Subrata. Saat di Bandung rekan ini sibuk nyastra, setelah balik ke Belitung dia terdengar sempat menjadi wartawan, namun kini kegiatanannya lebih fokus pada dunia wisata. Selain gemar mengeksplor wisata di Pulau Belitong, Bung Subrata memiliki Travel Agency di Belitong. Nah, kalau kawan-kawan berminat ke Belitong, silahkan hubungi orang ini, recommended-lah.

Persingkat kata, berangkatlah kami dari Tanjungpandan di Kabupaten Belitung bersama Mas Resbina menggunakan Honda City menuju Kecamatan Kelapa Kampit di Belitung Timur. Jarak antara dua kota ini kurang lebih 60 Kilometer. Namun karena Belitong anti macet, perjalanan sejauh itu hanya membutuhkan kurang dari satu jam saja. Oh ya Traveler, sejak munculnya otonomi daerah, Pulau Belitong yang dulu hanya terdiri dari satu kabupaten, kini dibelah jadi dua, yaitu Belitung (Induk) dan Belitung Timur.


Kawan-kawan di Belitong yang tergabung ke dalam komunitas camping ini ternyata berasal dari beberapa kota di Pulau Belitong. Misalnya di kampit kami bertemu dengan Dio, dan Mirham. Mas Resbina sendiri dari Badau, dan satu orang lagi di Manggar.  

Selanjutnya, setelah berbagai persiapan termasuk tenda, perlengkapan masak, mancing, dan snorkeling (rencana sebelumnya sih diving), rombongan kami kemudian menuju Kota Manggar (Ibukota Belitung Timur). Di Manggar, kami kemudian bertemu dengan Mas Demi. Selanjutnya, setelah membeli beberapa bekal makanan sekedarnya, kami kemudian menuju Pantai Mudong, di sebelah timur Kota Manggar dan berangkat menggunakan boat tradisional nelayan lokal.

Ombak sebetulnya tidak terlalu besar, paling tinggi sekitar 1,5 meter. Namun karena boatnya hanya berukuran panjang 5 meter dan lebar 1 meter, maka ombak yang tak besar ini sangat terasa. perjalanan ke Pulau Melidang dari Pantai Mudong di Kota Manggar membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.



Beberapa pulau-pulau kecil sempat kami lalui, diantaranya Pulau Burung Gantung, Pulau Sukun, dan Pulau Pasir. Tidak hanya tiga, ternyata masih banyak pulau-pulau lain, tapi memang tidak sempat kami lewati saat menuju Pulau Melidang, diantaranya Pulau Selanduk dan Pulau Ayam.

Rata-rata pulau ini sudah ada yang mengelola atau yang 'memiliki'. Umumnya mereka adalah masyarakat lokal yang notabene nelayan.

Bagi masyarakat di Belitung Timur, 'kepemilikan' sebuah pulau bukanlah oleh orang yang kaya-raya, bahkan menurut Bung Subrata, seorang nelayan pun bisa saja memiliki pulau. Mereka yang berprofesi sebagai nelayan, terkadang singgah di pulau-pulau dan melakukan aktifitas tanam tumbuh seperti kelapa dan tanaman lain, lalu membangun pondok atau sebutlah berkebun. Dan bagi masyarakat Belitong, adanya tanam tumbuh ini merupakan syarat pertama kepemilikan serta sudah 'diakui' oleh masyarakat setempat secara adat.

Oh ya, di Pulau Melidang ini juga banyak tanaman, bukan hanya pohon kelapa, bahkan pohon durian pun juga ditanam. Tak heran jika musim durian, sang pemilik (pengelola) lebih banyak menetap di pulau, menunggu durian jatuh.

Kami tiba di Pulau Melidang sekitar pukul 16.30 WIB, Sebuah pondok mungil yang nyaman untuk beristirahat sudah lama menunggu kami, dan ujung-ujungnya gagal membangun tenda. Menurut Boatman, Pak Epat, bagi yang singgah ke Pulau Melidang Belitong dipersilahkan menempati pondok tersebut. Tidak hanya itu, pengunjung juga diperbolehkan memetik kelapa.

Tak banyak yang kami lakukan di sore itu saat air laut yang tengah pasang, selain memetik kelapa dan memanggang ikan seminyak yang lezat. Persiapan untuk makan malam. Beberapa kawan nampak memasuki area hutan Pulau Melidang, melihat apa yang tersembunyi di dalamnya.

Malam yang tenang yang ada hanya letih dan mabuk laut, sepertinya kawan-kawan, termasuk saya lebih memilih memanjangkan badan di lantai pondok, dan semua terlelap. Semua sepakat, explore alam bawah laut dan explore pulau-pulau di sekelilingnya akan dilakukan esok hari.

Pukul 09.00 WIB, 8/10/2018, air laut baru saja pasang, dan boat tradisional yang akan membawa kami keliling ke pulau-pulau kecil akhirnya bisa lepas landas.Hmmm... ternyata tak banyak yang bisa dilakukan saat ombak dan angin yang kuat di bulan oktober. Visibility di alam bawah laut menjadi keruh, tidak terlihat apa-apa. Beruntunglah kami tidak jadi menyewa alat selam, dan persiapan kami hanya alat snorkeling.

Akhirnya kami memilih explore ke pulau-pulau kecil sekitar Pulau Melidang, diantaranya Pulau Sukun dan Pulau Pasir/Gusong Ubin. Waktu camping yang sempit, sebetulnya tidak membuat kami puas, ditambah lagi air laut yang keruh. Mungkin akan kami balas pada kegiatan camping di kesempatan lain, waaah masih penasaran rasanya dengan Pulau Belitong.***


0 Response to "Explore Pulau Melidang Belitong"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel