Warkop Beltim Bisa Meniru Semangat Kreatif Cihampelas Bandung

Tugu Kota 1001 Warung Kopi
Foto: Source

Warkop Beltim & Cihampelas Bandung


Berbeda Karakter

Karakter dan potensi, khususnya keindahan alam di suatu daerah tentu tidak bisa dipaksakan, apalagi sampai merubah bentang. Bisa jadi bagus, namun belum tentu baik. Pengantar ini merupakan reaksi pikiran saya terhadap potensi wisata di Kabupaten Belitung Timur yang tidak sama dengan Kabupaten Belitung.




Tidak banyak pantai yang memiliki formasi batuan granit unik di dunia ini. Jika pun ada, karakternya berbeda dan tak bisa dibuat oleh tangan manusia.

Perbedaan karakter justru menampilkan kekayaan potensi yang bisa terus digali. Begitu banyak ragam yang bisa menjadi daya tarik kunjungan, karena pantai hanya salah satunya. 

Adakah Potensi Wisata di Belitung Timur?

Pantai memang iya, berkarakter pantai kebanyakan. Landai, tanpa formasi granit dan yang ada hanyalah hamparan laut sejauh mata memandang. Jika pun ada granit, tidak di pantai atau perairan, namun puluhan atau ratusan meter dari bibir pantai.

Seringkali terselip kalimat dan bukan hanya berasal dari satu dua orang. "Pantai di Beltim beda dengan Belitung?" hmmm... so why? apakah dengan begitu kita tidak bisa meningkatkan atau menggali potensi lain. Jawabannya tentu banyak. Let's open our mind.

Karena wisata tidak hanya melulu pantai. Di Bali, ada banyak wisatawan yang kembali lagi untuk kesekian kali, namun bukan hanya pantai yang menjadi nilai tawar. Daya tarik yang kuat tentu saja budaya dan tradisi. Di Belitong, salah satu tradisi yang paling menonjol adalah budaya ngopi di warung kopi. 

Bercontoh dengan Cihampelas

Tahun 2016, dalam pertemuan antar pelaku wisata di Hotel Guest House, Pasar Manggar, Belitung Timur, saya sempat mengemukakan satu hal bahkan 'mengancam'.

Kehadiran di forum tersebut karena Kami, saya dan kawan-kawan berasal dari sebuah komunitas jelajah alam, Kompak Beltim. Kompak merupakan Komunitas Penjelajah Alam. Berangkat dari sini, dan kehadiran di forum tersebut (terasa/tidak) sedikit banyak mendatangkan manfaat.

Maksud saya, kita tidak usah berpikir dan mengeluh tentang 'tidak cantiknya' Pantai-pantai di Belitung Timur. Namun mari bercontoh dengan Cihampelas. nantinya akan saya hubungkan dengan potensi pengembangan wisata warung kopi dan menyentil sedikit soal TDUPar atau Tanda Daftar Usaha pariwisata (Pokok Bahasan Pertemuan).

Kita tahu ada banyak distro di sepanjang Jalan Cihampelas Bandung. Toko-toko ini kemudian memunculkan karakter manusia-manusia super buatan Stan lee (Stanley Martin Lieber), seperti Spiderman, Hulk, dan lain-lain. Karakter Manusia Super ini kemudian dibuat dalam bentuk patung-patung di tiap-tiap beranda distro. Tidak hanya Manusia Super, bentuk bangunan unik pun juga menjadi ciri di Cihampelas.

Satu Owner

Benar atau tidak, informasi yang beredar justru masing-masing distro di Cihampelas hanya dimiliki satu Owner.


Saya tidak mengecek dengan menanyakan banyak hal tentang ini. Namun yang saya alami, ada banyak kesamaan pakaian yang dijual oleh tiap-tiap distro di Cihampelas. Dan hipotesis saya, mungkin saja info di atas, yaitu owner sama dan korelasinya akan mengambil sumber penjualan dari produksi yang sama. Atas dasar inilah yang akan saya kaitkan pula dengan kopi dan Belitung Timur.

Kembali ke Warkop Beltim

Ada banyak warung kopi di bilangan Pasar Manggar Belitung Timur. Dan jika kita hanya sesekali menikmati kopi di warkop-warkop ini, tidak akan bisa membedakan mana warkop dengan kopi yang nikmat, mana pula yang biasa saja, atau nikmat-nikmat saja.


Bagi saya pribadi tidak ada perbedaan rasa kopi dia antara warkop-warkop di Manggar, semua sama. Begitu pula dengan suasana dan kenyamanan, tidak ada yang berbeda dan unik.

Hal inilah yang kemudian menjadi catatan dan renungan, bagaimana agar warkop-warkop ini kemudian menjadi persinggahan utama bagi wisatawan saat berkunjung ke Belitung Timur. 

Oleh karena itu dalam forum pembahasan TDUPar saya paparkan bagaimana keunikan Distro-distro Cihampelas yang bisa dicontoh oleh warkop-warkop di Pasar Manggar. Apa itu? Munculkan keunikan. Hal inilah yang akan mengundang wisatawan.

Misal warkop si Anu memunculkan patung unik, warkop si Una dengan berbagai lukisan, serta merta warkop lainnya dengan seni ukir, fotography dan sebagainya.

Ingin suatu waktu saya melihat bus-bus pariwisata berjejer di sepanjang warkop di Pasar Manggar, kemudian wisatawan menikmati kopi dan  keunikan yang disajikan. Rasa kopi mungkin hampir sama, namun keunikan dan kreatifitas tidak selalu sama dan bisa ditiru. Ini sebetulnya potensi yang luar biasa dan bisa mendatangkan wisatawan. 

Ancaman

Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata mungkin punya banyak ide bagaimana melakukan pengembangan. Dan tidak hanya masyarakat yang diwajibkan sadar wisata, penggalian potensi dan sadar ini harus dimiliki semua elemen.


Selama ini warkop-warkop di Beltim masih sekedar sadar bisnis, untuk ngeh terhadap pengembangan ke arah wisata mungkin perlu waktu dan siraman air alam bawah sadar.

Dalam pertemuan TDUPar, usai mengutarakan masukan ini, di ujung sambutan saya katakan, bagaimana jika pemerintah 'memaksa' pelaku warung kopi untuk mengupgrade warung kopinya menjadi lebih bernilai, kalau belum jangan diberikan TDUPar.

Upgrade Nilai Tawar

Membuat sesuatu menjadi bernilai merupakan salah satu konsep, yaitu bagaimana yang biasa dikemas menjadi bernilai, secara tidak langsung membuat 'isinya' bernilai. Analogi mudahnya adalah perbedaan nilai dan harga nasi bungkus dengan nasi kotak.

Menjadikan wisatawan sebagai target tentunya harus dengan konsep, pilihannya hanya upgrade. Inilah yang saya maksud dengan tambahan kreatifitas. Rasa kopi bisa sama, namun dengan kemasan tempat bersantai, cara penyajian, dan gelas yang berbeda, membuat harga kopi ikut terangkat.

Jika selama ini hanya memiliki target kunjungan masyarakat lokal, namun dengan peningkatan kreatifitas fasilitas, bisa menampung kunjungan wisatawan yang pada dasarnya ingin 'menghabiskan' uangnya dan ingin bersenang-senang. 

0 Response to "Warkop Beltim Bisa Meniru Semangat Kreatif Cihampelas Bandung"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel